Ini dia SUV hybrid ala Maserati

Maserati adalah merek mobil mewah asal Italia yang lekat dengan performa, dengan sejarahnya di dunia balap sejak tahun 1926. Untuk itu varian hybrid pertama dari SUV Levante yang baru dirilis juga memiliki pendekatan berbeda yang erat kaitannya dengan performa.

Jika mendengar kata hybrid maka yang ada dibayangan kita adalah mobil plug-in hybrid (PHEV), namun bukan itu yang kita temukan disini.

Uniknya yang dimaksud dari hybrid oleh Maserati adalah mild-hybrid yang mempunyai kapasitas baterai dan motor yang lebih kecil, namun mempunyai bobot yang jauh lebih ringan dibandingkan sistem yang lebih besar seperti plug-in hybrid.

“Sistem mild hybrid ini bekerja ketika mesin bensin sedang tidak efisien, menyempurnakan performanya dengan e-booster atau kompressor elektrik untuk membantu turbocharger ketika pada rpm rendah, ini memberikan mesin torsi tambahan dan menghindari terjadinya turbo lag yang pada ujungnya memberikan kita sensasi berkendara dan betapa responsifnya sebuah Maserati,” ujar Massimiliano Pezza, salah satu ahli dalam pengembangan Levante Hybrid dalam wawancara virtual.

Levante Hybrid memakai mesin 4 silinder turbocharged dengan kapasitas 2.000 cc dan sistem mild hybrid 48-volt yang mirip seperti yang digunakan di Ghibli Hybrid, yang membedakan system ini disesuaikan untuk penggerak All-Wheel-Drive dari Levante.

System mild-hybrid yang digunakan disini mirip seperti EQ Boost yang digunakan di mobil-mobil Mercedes-Benz.

Lebih ringan disini menjadi kata kunci bagi Maserati, karena menggabungkan mesin bensin dengan sistem hybrid yang lebih besar akan menghasilkan bobot mobil yang terlampu berat dan mengaburkan aspek performa dan handling sebuah Maserati.

Hasilnya Maserati Levante Hybrid adalah varian paling ringan, memiliki efisiensi terbaik, dan memiliki tenaga yang tidak kalah dibandingkan mesin bensin V6nya.

Varian hybrid menghasilkan tenaga puncak 330 tenaga kuda atau hanya terpaut 15 tenaga kuda jika dibandingkan dengan varian bermesin V6. Sementara itu torsi puncak 450 Nm bisa dicapai di 2.250 rpm dan sebelum itu mesinnya dibantu oleh e-booster dengan motor listriknya yang mampu menghasilkan tenaga 12 tenaga kuda.

Dengan mesin berkapasitas lebih kecil dan sistem mild-hybrid, bobot mobil ini mencapai 2,090 kg atau lebih ringan sekitar 10 kg jika dibandingkan dengan varian bermesin V6 yang memiliki bobot 2,109 kg.

Maserati Levante Hybrid juga melakukan debutnya dengan trim GT, yang merupakan varian entry level yang paling terjangkau untuk Levante.

Bemper depan dan grillnya dibalut dalam chrome seperti varian GranLusso, namun dengan adanya emblem GT di atas tiga lubang udara yang ikonis di fender samping. Interiornya akan memakai kulit standar grain A dan black piano trim, sedangkan pilihan kulit dan upgrade trim yang lain tersedia sebagai pilihan.

Yang membedakan, varian hybrid mempunyai beberapa aksen berwarna biru seperti di kaliper rem dan dibawah tiga lubang ikonis di fender samping. Mobil ini juga bisa mempunyai cat berwarna biru yang menjadi ciri khas varian hybrid, yiatu Azzurro Astro. Levante Hybrid juga memakai basis mobil tahun 2021 yang sudah mendapatkan pembaharuan seperti tail light baru dan entertainment system berbasis Android yang lebih canggih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: