Mercedes-Benz rayakan 50 tahun di Indonesia dengan mendonasikan replika mobil pertama di dunia ke Museum Nasional Indonesia

(dari kiri ke kanan) Jung Woo Park- President Director of PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia, Choi Duk Jun – President Director of PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, Hilmar Farid, Ph.D. – Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dra. Siswanto – Director of Museum Nasional, Patrick Schwind – President Director of PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia, dan Tim Grieger – President Director of PT Daimler Commercial Vehicles Manufacturing Indonesia berfoto bersama di depan replika kendaraan bermotor pertama di dunia, Benz Patent-Motorwagen.  (Foto: Mercedes-Benz Indonesia)

Tahun ini menandakan 50 tahun kehadiran Mercedes-Benz di Indonesia dan sebagai salah satu perayaan, merek mobil mewah asal Jerman ini menyumbangkan replika kendaraan bermotor pertama di dunia, Benz Patent-Motorwagen ke Museum Nasional Indonesia di Jakarta.

“Mercedes-Benz telah memainkan peranan penting dalam sejarah mobilitas di Indonesia, karena mobil pertama yang hadir di Indonesia adalah sebuah Benz. Dengan donasi ini, kami mendukung Museum Nasional Indonesia dalam menjalankan misinya untuk mengedukasi mengenai wilayah Indonesia dan sejarahnya,” Ujar Choi Duk Jun, presiden direktur PT Mercedes-Benz Distribution Indonesia dalam sebuah rilis.

Pada 28 Januari 1886, Carl Benz menciptakan sebuah kendaraan beroda tiga di Berlin. Dikenal sebagai mobil pertama di dunia, Benz Patent-Motorwagen mempunyai mesin satu silinder 954 cc. Disaat yang sama Gottlieb Daimler juga membangun kendaraan bermotor empat roda pertama di dunia. Walaupun awalnya terpisah, kedua nama ini akan bersatu  dan menciptakan perusahaan Daimler AG serta merek Mercedes-Benz.

Benz Patent-Motorwagen (Foto: Mercedes-Benz Indonesia)

Mobil pertama di Indonesia juga adalah sebuah Mercedes-Benz. Pada tahun 1894 sebuah Benz Victoria Phaeton tiba di pulau Jawa, mobil ini adalah milik Sultan Surakarta, Paku Buwono X yang memesan mobil ini dari Prottle& co., sebuah perusahaan di Passer Besar di Surabaya. Mobil yang diimpor dari Eropa itu berharga 10,000 Gulden dan hanya memiliki 5 tenaga kuda lewat mesin satu silinder 2,000 cc.

Saat itu transportasi darat masih menggunakan kereta kuda, sehingga mobil yang bisa berjalan sendiri dianggap unik dan orang di Jawa menyebutnya Kreta Setan. Sultan Paku Buwono X kemudian membeli mobil lain 13 tahun kemudian, kendaraan tersebut adalah Britze Daimler yang ditenagai mesin 4-silinder 5 tenaga kuda.

Salah satu mobil Benz pertama yang didatangkan ke pulau Jawa saat kependudukan Dutch East Indies di Indonesia sekitar tahun 1902. (Foto: Mercedes-Benz Indonesia)

Pada tahun 1934 di Indonesia hadir sebuah kendaraan Mercedes-Benz yang lebih canggih, Mercedes-Benz Tipe 500 K yang sudah menggunakan supercharger. Mobil ini mempunyai mesin 8-silinder 5,000 cc yang menghasilkan 160 tenaga kuda. Mobil ini mampu mencapai kecepatan tertinggi 160 Km/h yang merupakan sesuatu yang luar biasa bagi kendaraan di jaman itu yang masih cukup berat.

Pada tahun 1970, PT Star Motors Indonesia yang merupakan hasil joint venture antara Daimler-Benz AG dan PT Gading Mas – didirikan sebagai agen tunggal produk Daimler-Benz di Indonesia. Pada tahun yang sama, pabrik perakitan baru PT German Motor Manufacturing dibangun untuk produksi produk Daimler-Benz.

Kemudian pada tahun 1971, pabrik di Tanjung Priok, Jakarta, memulai produksi massal kendaraan komersial, Mercedes-Benz 911. Produksi truk kemudian diikuti oleh perakitan bus dan mobil penumpang.

Perakitan UNIMOG, mini truk super tangguh, di Wanaherang. 1983 (Foto: Mercedes-Benz Indonesia)

Pada tahun 1973, PT German Motor Manufacturing memulai produksi Mercedes-Benz 200, 240 D dan 280 dari seri kendaraan W 115. Untuk mengakomodasi pertumbuhan produksi mobil penumpang dan kendaraan niaga, Mercedes-Benz mulai beroperasi di pabrik perakitan lokal baru yang berlokasi di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat pada tahun 1982.

Pabrik Mercedes-Benz di Wanaherang, merupakan perakitan lokal PT Mercedes-Benz Indonesia dan PT Daimler Commercial Vehicles Manufacturing di Indonesia, saat ini pabrik telah merakit mobil penumpang (tipe C-Class, E-Class, S-Class, GLC, GLE dan GLS), truk (Axor) dan sasis bus.

“Kami sangat bangga telah menjadi bagian dari acara perayaan 50 tahun Mercedes-Benz di Indonesia hari ini. Sejak kendaraan komersial Mercedes-Benz pertama dirakit di pabrik di Indonesia – saat itu Mercedes-Benz L 911 di Tanjung Priok, Jakarta – perusahaan kami telah menjadi bagian dari kontribusi industrialisasi di Indonesia. Selain itu, kami dalam tahap perjalanan mengembangkan transportasi umum melalui bus-bus kami”, tutup Jung-Woo Park, Presiden Direktur, PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia.

Written by

Seorang jurnalis veteran dengan pengalaman lebih dari satu dekade untuk penulisan tentang bisnis dan lifestyle. Salah satu reviewer otomotif terkemuka di Indonesia dengan pengalaman mencoba mobil-mobil di segmen luxury di berbagai negara, sudah menulis puluhan mobil dari premium sampai ke ultra-luxury, dari Rolls-Royce Phantom sampai ke Bugatti Chiron.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: